In This Economy - Lewat Festival Kuliner Warisan Rasa Asia, Kota Madiun tetap Baik” Saja !

0
Atmosphere

1 / 3
2 / 3
3 / 3



CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Ekonomi Kota Madiun

Tetap Baik" saja !

Penulis


In This Economy,
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” saja !    


Madiun Kota Kuliner Rasanya predikat itu memang pantas diberikan oleh Kota yang terletak di Bagian Barat Provinsi Jawa Timur ini. 


Sebagai Kota yang juga menjadi Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya, seperti : Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo (Pawitandirogo), Kota Madiun nyatanya cukup menjadi Transaksi bagi Banyak Kegiatan Ekonomi dalam lingkup Wilayah Aglomerasi Madiun Raya


Dan tak heran Sejumlah Event yang diselenggarakan baik oleh Pemerintah Kota (Pemko) maupun Pihak Swasta selalu mendapat animo yang cukup besar dari Pengunjung maupun Para Pelancong yang sengaja datang ke Kota Madiun.      

 

Di Tengah Kondisi Ekonomi, yang katanya sulit seperti saat ini, nyatanya masih ada secercah harapan bagi Kota Madiun untuk merawat aktivitas ekonominya ke arah yang lebih baik. 


Lewat Festival Kuliner Warisan Rasa Asia oleh Jangkrik Kuliner di Atrium Sun City Mall, tanggal 21 - 30 Agustus 2026, cukup mendapat respon positif dari Para Pengunjung, yang notabenenya Masyarakat Kota Madiun maupun Para Pelancong yang sengaja datang di Event Kuliner Ini. 


Hal ini terbukti dengan animo Pengunjung yang luar biasa demi menikmati lezatnya Turkish Swarma atau semangkok Bakmi Jatinegara. Meski dengan harga yang cukup terbilang mahal, stand - stand itu nampak dipenuhi oleh Pengunjung. 


Berbagai Kuliner yang sengaja dibawa oleh Para Selebriti maupun Tiktokers menjadi Kunci Pemikat bagi Event Ini, meski sekali lagi Kami belum menemukan Semangat UMKM Lokal agar lebih meNasional lewat Event Ini.

 

Dan lagi, lewat Keberhasilan Festival Kuliner Rasa Asia di Mall Sun City, yang dipadati oleh Para Pengunjung cukup membuktikan bahwa Madiun sebagai Kota Kuliner, dan In This Economy, Kota Madiun tetap #BaikBaikSaja !

 

Berikut Kami Hadirkan
In This Economy,
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” Saja !    

Eksplorasi Kami !


Di Hari Ketiga, Tanggal 23 Agustus 2026 lewat Festival Kuliner Rasa Asia, Kami memutuskan untuk sengaja datang ke Event Ini. 


Ya ! 


Tepatnya di Atrium Mall Sun City Festival - Kota Madiun.

 

Cukup penasaran dengan Deretan Tenant yang dihadirkan oleh Sejumlah Selebritis maupun Para Tiktokers Tanah Air yang namanya memang sedang hype.


Sebut saja : Aneka Kue dan Pastries dari Mami Toko milik Desiree Tarigan, Seblak Mamang Rafael milik Personil Boy Band Smash, Rafael Tan atau Lezatnya Burger dan Hot Dog Aldis Burger milik Aldi Taher, sepertinya “Rasa Kefomoan Kami bergejolak” untuk menikmati Hal” yang sedang trending ini. Belum lagi Pisang dan Heci Rebon - Udang Khas Pontianak hingga Bacang Halal nan Lezat cukup menjadi Rujukan untuk menikmati Kuliner Tradisional Lezat di Tempat Ini.

 

Beberapa Kali Event Kuliner memang diselenggarakan di Mall Sun City Madiun, namun Event kali ini terasa paling Gong dibandingkan Event - Event Kuliner Sebelumnya dengan Animo Pengunjung yang luar biasa dan meski sekali lagi di Masa Ekonomi yang sulit seperti saat ini !

 

Berikut Kami Hadirkan
In This Economy,
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” Saja !    


1. Madiun Kota Kuliner

 

Sebagai Kota dengan luasan yang tidak terlalu besar, namun punya segudang kuliner enak di banyak tempat, rasanya tak salah jika predikat Kota Kuliner diberikan oleh Kota Madiun.


Hampir di setiap penjuru Kamu akan menemukan banyak spot Tempat Kuliner Asyik dan Enak. Entah itu karena kulinernya maupun hanya sekedar sebagai Tempat Nongkrong Asyik nan Cantik yang sarat Instagramable. 


At Hyang The Local Finest - Kota Madiun


Beberapa Co Working Space bagi Para Pekerja Remote, yang bekerja sambil menikmati  Segelas Racikan Teh Hangat hingga Butterscotch Latte juga hadir di Kota Madiun. Biasanya dipadukan dengan Coffee Shop maupun Kafe bergaya Kekinian dengan tempat nyaman (cozy), alunan musik senja, dan menu estetik, Semua itu ada di Kota Madiun.


Di setiap Akhir Pekan (Weekend), tempat - tempat itu dipenuhi oleh Para Warga Lokal (Warlok) maupun Pelancong yang sengaja datang. 


Bukan hanya Anak Muda yang berasal dari Gen Alpha maupun Z dengan dress code Skena Kebanggan, namun Para Millenial (Y), X hingga Baby Boomers juga berkumpul sejenak bersama Keluarga Mereka dengan menikmati Suasana (Atmosphere) yang dihadirkan dari Sejumlah Resto, Kafe, hingga Coffee Shop di Kota Madiun. Dan ini semua didukung dengan Budaya (Culture) yang dibawa oleh Masyarakat Kota Madiun yang demen kongkow. Dulunya dari Warung Angkringan kini beralih ke Kafe, Resto, hingga Tempat Nongkrong Asyik.

 

Bahkan ada Istilah bagi Orang Surabaya maupun Malang dengan memanfaatkan Tol Trans Jawa untuk makan pagi dengan Nasi Liwet Solo, makan siang dengan Soto Khas Semarang dan singgah untuk makan malam dengan pecel di Kota Madiun sebelum akhirnya Mereka pulang ke Daerah Asalnya.




Jadi, ya !

 

Hitungannya Mereka kalau ke Kota Madiun salah satu tujuannya adalah menikmati Kuliner. Entah itu Tradisional Otentik hingga Menu Kekinian yang disajikan di banyak tempat.

 

Kota ini seakan tak akan ada matinya dengan Kuliner Terbaiknya dan tanpa melupakan Pecel, Brem, Bluder yang menjadi Kuliner Otentik Madiun.

 

“Kota Kecil dengan Tempat Kuliner Seabreg !”

 

2. Kota Madiun 

Sebagai Pusat (Hub)

 

Menjamurnya Industri Kuliner di Kota Madiun juga tak lepas dengan kehadiran Kota Ini sebagai Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya, seperti : Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo “Pawitandirogo” yang tergabung dalam Wilayah Aglomerasi Madiun Raya


Banyak Kaum Penglaju “Komuter” dari Daerah Sekitar yang bekerja atau melakukan aktivitas bisnis di Kota Madiun, adakalanya Mereka juga melakukan eksplorasi Kuliner walau hanya sekedar makan siang (lunch) hingga nokrong asyik sebentar di banyak Resto, Kafe maupun Coffee Shop di Kota Madiun. Jadi dapat dipastikan perputaran ekonomi itu tetap berjalan.

 

Belum lagi di setiap akhir pekan (Weekend) selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi Para Pelancong untuk menikmati Kota Madiun terutama dengan Pahlawan Street Centre (PSC) nya yang sarat Instagramble.

 

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) :

Di sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 1,27 juta perjalanan Wisatawan Nusantara yang masuk ke Kota Madiun dan Angka ini selalu mengalami kenaikan sejak tahun 2020.

 

Madiun yang dahulu hanya sebatas Kota Transit bagi Para Sales maupun Distributor Produk kini telah bertranformasi sebagai Salah Satu Kota Destinasi Wisata di Jawa Timur. Tingkat Hunian (Occupancy) selalu penuh, dan berdampak bagi Sejumlah Hotel Berbintang membuka cabangnya di Kota Madiun.

 

Itulah Kota Madiun saat ini Sebagai Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya dan Salah Satu Kota Destinasi Wisata di Jawa Timur dengan Perputaran Ekonomi yang relatif stabil.  

 

3. Banyak Keluarga yang berasal dari Kota Besar

Memutuskan untuk menetap di Kota Madiun

Citra Puri Majapahit - 
Salah Satu Perumahan di Daerah Ring Road Kota Madiun
Instagram ][ Citra Puri Majapahit

 

Meningkatnya Jumlah Penduduk di Kota Madiun dari tahun ke tahun bukan tanpa sebab. Sarana dan Prasana serta Infrastruktur yang baik menjadi Pendorong mengapa Kota Madiun menjadi pilihan yang tepat untuk ditinggali. Terlebih biaya hidup di Kota Ini juga terbilang murah dengan tingkat kesibukan yang masih terkendali dan mobilitas yang dekat ke mana - mana. Sebab secara luasan Kota ini juga tidak terlalu besar, jadi memudahkan bagi Penduduk yang memang menetap di Kota Madiun untuk melakukan segala aktivitasnya.


Dan wajar jika ditanya Harga Tanah di tempat ini, harganya telah mengalami kenaikan berkali lipat. Begitupula dengan Harga Rumah di Kota Madiun, yang relatif mahal. 


Ya !

 

Kalau dibilang Hidup Slow Living juga tidak tepat, namun masih bisa terkendali. Baik dari Biaya Hidup (Living Cost), Mobilitas yang dekat ke mana - mana, maupun Lalu Lintas Kemacetan.


Terutama saat Akhir Pekan (Weekend) maupun Musim Libur Panjang (Peak Season), Kota Madiun selalu dipadati oleh Para Pelancong yang ingin bersantai sejenak di Jalan Pahlawan (PSC), menikmati enaknya Sajian Kuliner Otentik Legendaris hingga menyeruput Kopi di Kedai Kopi maupun Kafe Estetik yang banyak tersebar di Penjuru Kota ini. Jadi dapat dipastikan bahwa Perekonomian di Kota Ini masih terus berputar.


Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) : 

Ekonomi Kota Madiun tumbuh 5,69 %, dan menjadikannya salah satu Daerah yang selalu konsisten berada di atas rata - rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional dengan Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) - Perekonomian Kota ini mencapai angka Rp 19.964,06 miliar di Tahun 2025.

 

Itulah sebabnya, Banyak Keluarga maupun Pasangan Muda yang memutuskan untuk menetap di Kota Madiun dengan asumsi :

 

Jika Suaminya bekerja di Instansi Pemerintahan maupun Beberapa Perusahaan Plat Merah atau Perusahaan Swasta dengan Gaji minimum UMR sekalipun, Istri/ Pasangannya masih dapat membuka lapak usaha (karena memang potensi UMKM) terbuka lebar dari adanya Lalu Lintas Pengunjung yang datang ke Kota Madiun.

 

Sarana, Prasarana, Infrastruktur yang baik serta terbukanya kesempatan untuk berwirausaha menjadi Pendorong bagi banyak Keluarga yang berasal dari Kota Besar memutuskan untuk menetap di Kota Madiun, yang katanya lebih Slow Living dan Berkualitas !

 

4. UMKM terus tumbuh

Instagram ][ MadiunToday.Id

 

Bertransformasinya Kota Madiun sebagai Salah Kota Destinasi Wisata di Jawa Timur turut mendorong Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).

 

Berdasarkan Data Pemerintah Kota Madiun : 

Pertumbuhan jumlah UMKM di Kota ini pada tahun 2025 mencapai total 29.020 unit usaha, meningkat sebesar 5.000 unit atau 24,7% dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 24.020 unit. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (Industri Kuliner) serta Jasa memegang Peranan Penting bagi Pertumbuhan UMKM di Kota Madiun.

 

Jadi dapat dipastikan bahwa perputaran ekonomi yang cukup besar dari Sektor UMKM dapat terjadi. Terlebih jika itu dilihat dari Jumlah Pelancong yang sengaja datang ke Kota Madiun. 


Walau diakui, In This Economy dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Banyak Penduduk yang akhirnya memutuskan untuk bekerja di Sektor Informal hingga berwirausaha demi bertahan hidup. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Kota Besar seperti Jakarta, namun juga berdampak pada Kota di Lapis Kedua (Second Layer), seperti Kota Madiun. Dan beberapa Orang yang berusaha di Bidang Kuliner dengan membuka Resto hingga Kedai Kopi juga banyak yang mati suri hingga terEliminasi. Namun semangat dan konsistensi itu terus tumbuh untuk Sebuah Pengharapan Hidup yang lebih baik.


Gedung Dekranasda - Jl Letjen S Parman Kota Madiun
Instagram ][ MadiunToday.Id

 

Pemerintah Kota Madiun pun juga tidak tinggal diam dan terus memberikan fasilitas agar UMKM bisa bersaing dan "naik kelas" bukan hanya secara Lokal namun lebih meNasional. Pendampingan Pasar Digital, Gelaran Pameran Teras Kriya di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) hingga Perluasan Pasar menjadi cara ampuh untuk menumbuhkan Semangat Kewirausahaan yang Tangguh dan Mandiri.

 

Meski sekali lagi, menjadi Seorang Pengusaha (Entrepreneur) tidak semudah membalikan telapak tangan (perlu usaha dan doa yang keras) terlebih di masa Ekonomi yang sulit seperti saat ini !

 

5. Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

Festival Kuliner Warisan Rasa Asia By Jangkrik Kuliner
At Sun City Mall Madiun

 

Boleh percaya atau tidak, meski Upah Minimum Regional (UMR) Kota Madiun di Tahun 2026 sebesar Rp2.588.794,- per bulan, namun Daya Beli Masyarakat tetap terjaga.

 

Ya !

 

Terkadang Kami sempat berpikir dengan pendapatan rata” Orang Kota Madiun bila dihitung dari minimum gaji per bulannya yang terbilang kecil, darimana Mereka dapat memenuhi Kebutuhan Hidupnya ? 


Nyatanya di setiap Akhir Pekan (Weekend), Resto, Kafe, hingga Coffee Shop Kekinian nan Estetik selalu rame dipadati Pengunjung, Kursi Pijat dengan harga puluhan juta nampak banyak dibeli, begitupula dengan Pusat (Perbelanjaan) Mall nampak rame meski memang diakui ada Beberapa Mall yang tidak dapat mengolah Gedungnya dengan baik sehingga Beberapa Penyewa (Tenant)nya tutup.

  

Namun di antara Tenant (Penyewa) yang tutup itu, banyak juga yang membuka cabangnya di Kota Madiun.

 

Ibaratnya Mati Satu, Tumbuh Seribu !

 

Dengan laju Inflasi yang semakin menyala🔥, ternyata perpuataran ekonomi di Kota Madiun tetap stabil hingga akhirnya Harga Kebutuhan dapat terkendali. Meski tak dapat dipungkiri, Banyak Kebutuhan Pokok yang mengalami kenaikan.

 

Berdasarkan Data Pusat Badan Statistik (BPSTahun 2025 : 


Daya Beli Masyarakat di Kota Madiun terbilang cukup tinggi dengan Indeks Daya Beli/ Pengeluaran berada di angka 0,88%, dan menjadikannya salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Malang. Kota Madiun pun tergolong sebagai Salah Satu Kota Maju bukan hanya di Provinsi Jawa Timur namun dalam Lingkup Nasional.

 

Jadi meskipun Pendapatan UMR nya rendah (jika dilihat dari besaran gaji bulanan), namun Masyarakat, dan Kaum Urban Kota Madiun masih dapat Nongkrong Asyik di Beberapa Kafe Estetik sembari berolahraga Padel, hingga melakukan perawatan dini di Beberapa Klinik Kecantikan hingga akhirnya membeli Produk Skincare yang tersebar di Banyak Tempat di Kota Madiun.




Lalu darimana Mereka dapat menutupi Kebutuhan Gaya Hidup (Life Style) yang terbilang Hedon itu ?

  

Banyak di antara Keluarga yang akhirnya memutuskan untuk membuka Lapak UMKM karena memang terbilang menjanjikan. Dan Sektor Industri Kuliner (F&B) menjadi Salah Satu Penyumbang Terbesar. Meski banyak yang mati suri dan tereleminasi Mereka tak gentar untuk membuka Usaha dengan model Kuliner yang lain. Ibaratnya tantangan menjadi Seorang Wirausaha harus sudah dipupuk semenjak dini, dan Mereka cukup kuat menghadapi tantangan itu.

 

Jika dalam Satu Keluarga, Seorang Ayah bekerja dengan pendapataan minium berdasarkan UMR Kota Madiun, yang hanya sebesar 2.5 Juta / Bulan, namun Ibu tetap dapat berwirausaha dengan membuka Kedai Teh Kecil - Kecilan di Sekitar Lapangan Gulun, yang terbilang ramai Pengunjung. Mereka dapat saling melengkapi dan menutupi kebutuhan hidup dengan jalan yang berkah.


At Jl Cokroaminoto Kota Madiun



Madiun dengan segala keunikannya. Kota Kecil Lapis Kedua (Second Layer) di Provinsi Jawa Timur bagian Barat ini, kini telah bertanformasi bukan hanya sebagai Kota Transit bagi Para Sales maupun Distributor Produk namun saat ini menjelma menjadi Salah Satu Kota Destinasi Wisata Penting di Provinsi Jawa Timur.




Event setiap Event baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota maupun Pihak Swasta selalu ramai oleh Pengujung termasuk Event Festival Kuliner Warisan Rasa Asia di Atrium Mall Sun City - Kota Madiun.

 

Ada Harapan bagi Para Pebisnis yang notabenenya Selebgram maupun Para Tiktokers untuk membuka usahanya di Kota Madiun. Penuhnya Para Pengunjung yang memadati stand demi stand Makanan di Festival ini, meski dengan harga yang relatif mahal, cukup membuktikan, bahwa :

 

In This Economy - Lewat Festival Kuliner Warisan Rasa Asia, Ekonomi Kota Madiun Tetap Baik” Saja !   


Source :

*https://madiunkota.bps.go.id/id

*https://www.madiunkota.go.id/


Jl. S. Parman No.8, Oro-oro Ombo, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63119


 ARTIKEL

++Lihat Lebih Lengkap>>

 ARTIKEL

 KULINER

++Lihat Lebih Lengkap>>


Kembali : ARTIKEL


Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Accept !
GO Madiun