“Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik" saja ! ”
Penulis
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” saja !
Madiun Kota Kuliner ! Rasanya predikat itu memang pantas diberikan oleh Kota yang terletak di Bagian Barat Provinsi Jawa Timur ini.
Sebagai Kota yang juga menjadi Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya, seperti : Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo (Pawitandirogo), Kota Madiun nyatanya cukup menjadi Transaksi bagi Banyak Kegiatan Ekonomi dalam lingkup Wilayah Aglomerasi Madiun Raya.
Dan tak heran Sejumlah Event yang diselenggarakan baik oleh Pemerintah Kota (Pemko) maupun Pihak Swasta selalu mendapat animo yang cukup besar dari Pengunjung maupun Para Pelancong yang sengaja datang ke Kota Madiun.
Di Tengah Kondisi Ekonomi, yang katanya sulit seperti saat ini, nyatanya masih ada secercah harapan bagi Kota Madiun untuk merawat aktivitas ekonominya ke arah yang lebih baik.
Lewat Festival Kuliner Warisan Rasa Asia oleh Jangkrik Kuliner di Atrium Sun City Mall, tanggal 21 - 30 Agustus 2026, cukup mendapat respon positif dari Para Pengunjung, yang notabenenya Masyarakat Kota Madiun maupun Para Pelancong yang sengaja datang di Event Kuliner Ini.
Hal ini terbukti dengan animo Pengunjung yang luar biasa demi menikmati lezatnya Turkish Swarma atau semangkok Bakmi Jatinegara. Meski dengan harga yang cukup terbilang mahal, stand - stand itu nampak dipenuhi oleh Pengunjung.
Berbagai
Kuliner yang sengaja dibawa oleh Para Selebriti maupun Tiktokers menjadi Kunci Pemikat
bagi Event Ini, meski sekali lagi Kami belum menemukan Semangat UMKM Lokal agar
lebih meNasional lewat Event Ini.
Dan
lagi, lewat Keberhasilan Festival Kuliner Rasa Asia di Mall Sun City,
yang dipadati oleh Para Pengunjung cukup membuktikan bahwa Madiun sebagai Kota
Kuliner, dan In This Economy, Kota Madiun tetap #BaikBaikSaja !
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” Saja !
Eksplorasi Kami !
Di Hari Ketiga, Tanggal 23 Agustus 2026 lewat Festival Kuliner Rasa Asia, Kami memutuskan untuk sengaja datang ke Event Ini.
Ya !
Tepatnya di Atrium Mall Sun City Festival - Kota Madiun.
Cukup penasaran dengan Deretan Tenant yang dihadirkan oleh Sejumlah Selebritis maupun Para Tiktokers Tanah Air yang namanya memang sedang hype.
Sebut saja : Aneka Kue dan Pastries dari Mami Toko milik Desiree Tarigan, Seblak Mamang Rafael milik Personil Boy Band Smash, Rafael Tan atau Lezatnya Burger dan Hot Dog Aldi’s Burger milik Aldi Taher, sepertinya “Rasa Kefomoan Kami bergejolak” untuk menikmati Hal” yang sedang trending ini. Belum lagi Pisang dan Heci Rebon - Udang Khas Pontianak hingga Bacang Halal nan Lezat cukup menjadi Rujukan untuk menikmati Kuliner Tradisional Lezat di Tempat Ini.
Beberapa
Kali Event Kuliner memang diselenggarakan di Mall Sun City Madiun, namun Event kali ini terasa paling Gong dibandingkan Event - Event Kuliner
Sebelumnya dengan Animo Pengunjung yang luar biasa dan meski sekali lagi di
Masa Ekonomi yang sulit seperti saat ini !
Lewat Festival Kuliner
Warisan Rasa Asia,
Ekonomi Kota Madiun
Tetap Baik” Saja !
1. Madiun Kota Kuliner
Sebagai Kota dengan luasan yang tidak terlalu besar,
namun punya segudang kuliner enak di banyak tempat, rasanya tak salah jika
predikat Kota Kuliner diberikan oleh Kota Madiun.
Hampir di setiap penjuru Kamu akan menemukan banyak spot Tempat Kuliner Asyik dan Enak. Entah itu karena kulinernya maupun hanya sekedar sebagai Tempat Nongkrong Asyik nan Cantik yang sarat Instagramable.
Beberapa Co Working Space bagi Para Pekerja Remote, yang bekerja sambil menikmati Segelas Racikan Teh Hangat hingga Butterscotch Latte juga hadir di Kota Madiun. Biasanya dipadukan dengan Coffee Shop maupun Kafe bergaya Kekinian dengan tempat nyaman (cozy), alunan musik senja, dan menu estetik, Semua itu ada di Kota Madiun.
Di setiap Akhir Pekan (Weekend), tempat - tempat itu dipenuhi oleh Para Warga Lokal (Warlok) maupun Pelancong yang sengaja datang.
Bukan hanya Anak Muda yang berasal dari Gen Alpha maupun Z dengan dress code Skena Kebanggan, namun Para Millenial (Y), X hingga Baby Boomers juga berkumpul sejenak bersama Keluarga Mereka dengan menikmati Suasana (Atmosphere) yang dihadirkan dari Sejumlah Resto, Kafe, hingga Coffee Shop di Kota Madiun. Dan ini semua didukung dengan Budaya (Culture) yang dibawa oleh Masyarakat Kota Madiun yang demen kongkow. Dulunya dari Warung Angkringan kini beralih ke Kafe, Resto, hingga Tempat Nongkrong Asyik.
Bahkan
ada Istilah bagi Orang Surabaya maupun Malang dengan memanfaatkan Tol Trans
Jawa untuk makan pagi dengan Nasi Liwet Solo, makan siang dengan Soto Khas Semarang
dan singgah untuk makan malam dengan pecel di Kota Madiun sebelum akhirnya Mereka
pulang ke Daerah Asalnya.
Jadi,
ya !
Hitungannya
Mereka kalau ke Kota Madiun salah satu tujuannya adalah menikmati Kuliner. Entah
itu Tradisional Otentik hingga Menu Kekinian yang disajikan di banyak tempat.
Kota
ini seakan tak akan ada matinya dengan Kuliner Terbaiknya dan tanpa melupakan
Pecel, Brem, Bluder yang menjadi Kuliner Otentik Madiun.
“Kota
Kecil dengan Tempat Kuliner Seabreg !”
2. Kota Madiun
Sebagai Pusat (Hub)
Menjamurnya Industri Kuliner di Kota Madiun juga tak lepas dengan kehadiran Kota Ini sebagai Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya, seperti : Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo “Pawitandirogo” yang tergabung dalam Wilayah Aglomerasi Madiun Raya.
Banyak Kaum
Penglaju “Komuter” dari Daerah Sekitar yang bekerja atau melakukan
aktivitas bisnis di Kota Madiun, adakalanya Mereka juga melakukan eksplorasi
Kuliner walau hanya sekedar makan siang (lunch) hingga nokrong asyik sebentar
di banyak Resto, Kafe maupun Coffee Shop di Kota Madiun. Jadi dapat dipastikan
perputaran ekonomi itu tetap berjalan.
Belum
lagi di setiap akhir pekan (Weekend) selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi
Para Pelancong untuk menikmati Kota Madiun terutama dengan Pahlawan Street Centre (PSC) nya yang sarat Instagramble.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) :
Di sepanjang Januari
hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 1,27 juta perjalanan Wisatawan Nusantara
yang masuk ke Kota Madiun dan Angka ini selalu mengalami kenaikan sejak tahun
2020.
Madiun
yang dahulu hanya sebatas Kota Transit bagi Para Sales maupun Distributor
Produk kini telah bertranformasi sebagai Salah Satu Kota Destinasi Wisata di
Jawa Timur. Tingkat Hunian (Occupancy) selalu penuh, dan berdampak bagi
Sejumlah Hotel Berbintang membuka cabangnya di Kota Madiun.
Itulah
Kota Madiun saat ini Sebagai Pusat (Hub) bagi Daerah Sekitarnya dan Salah Satu
Kota Destinasi Wisata di Jawa Timur dengan Perputaran Ekonomi yang relatif
stabil.
3. Banyak Keluarga yang berasal dari Kota
Besar
Memutuskan untuk menetap di Kota Madiun
Meningkatnya Jumlah Penduduk di Kota Madiun dari tahun
ke tahun bukan tanpa sebab. Sarana dan Prasana serta Infrastruktur yang baik
menjadi Pendorong mengapa Kota Madiun menjadi pilihan yang tepat untuk
ditinggali. Terlebih biaya hidup di Kota Ini juga terbilang murah dengan
tingkat kesibukan yang masih terkendali dan mobilitas yang dekat ke mana -
mana. Sebab secara luasan Kota ini juga tidak terlalu besar, jadi memudahkan
bagi Penduduk yang memang menetap di Kota Madiun untuk melakukan segala
aktivitasnya.
Dan wajar jika ditanya Harga Tanah di tempat ini, harganya telah mengalami kenaikan berkali lipat. Begitupula dengan Harga Rumah di Kota Madiun, yang relatif mahal.
Ya
!
Kalau dibilang Hidup Slow Living juga tidak tepat, namun masih bisa terkendali. Baik dari Biaya Hidup (Living Cost), Mobilitas yang dekat ke mana - mana, maupun Lalu Lintas Kemacetan.
Terutama
saat Akhir Pekan (Weekend) maupun Musim Libur Panjang (Peak Season), Kota
Madiun selalu dipadati oleh Para Pelancong yang ingin bersantai sejenak di Jalan
Pahlawan (PSC), menikmati enaknya Sajian Kuliner Otentik Legendaris hingga
menyeruput Kopi di Kedai Kopi maupun Kafe Estetik yang banyak tersebar di
Penjuru Kota ini. Jadi dapat dipastikan bahwa Perekonomian di Kota Ini masih
terus berputar.
Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) :
Ekonomi Kota Madiun tumbuh 5,69 %, dan menjadikannya salah satu Daerah yang selalu konsisten berada di atas rata - rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional dengan Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) - Perekonomian Kota ini mencapai angka Rp 19.964,06 miliar di Tahun 2025.
Itulah
sebabnya, Banyak Keluarga maupun Pasangan Muda yang memutuskan untuk menetap di
Kota Madiun dengan asumsi :
Jika
Suaminya bekerja di Instansi Pemerintahan maupun Beberapa Perusahaan Plat Merah
atau Perusahaan Swasta dengan Gaji minimum UMR sekalipun, Istri/ Pasangannya masih dapat
membuka lapak usaha (karena memang potensi UMKM) terbuka lebar dari adanya Lalu Lintas Pengunjung yang datang ke Kota Madiun.
Sarana,
Prasarana, Infrastruktur yang baik serta terbukanya kesempatan untuk
berwirausaha menjadi Pendorong bagi banyak Keluarga yang berasal dari Kota
Besar memutuskan untuk menetap di Kota Madiun, yang katanya lebih Slow
Living dan Berkualitas !
4. UMKM terus tumbuh
Bertransformasinya Kota Madiun sebagai Salah
Kota Destinasi Wisata di Jawa Timur turut mendorong Pertumbuhan Usaha Mikro
Kecil dan Menegah (UMKM).
Berdasarkan Data Pemerintah Kota Madiun :
Pertumbuhan
jumlah UMKM di Kota ini pada tahun 2025 mencapai total 29.020 unit usaha, meningkat sebesar 5.000 unit atau 24,7% dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah
24.020 unit. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (Industri Kuliner) serta
Jasa memegang Peranan Penting bagi Pertumbuhan UMKM di Kota Madiun.
Jadi dapat dipastikan bahwa perputaran ekonomi yang cukup besar dari Sektor UMKM dapat terjadi. Terlebih jika itu dilihat dari Jumlah Pelancong yang sengaja datang ke Kota Madiun.
Walau diakui, In This Economy dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Banyak Penduduk yang akhirnya memutuskan untuk bekerja di Sektor Informal hingga berwirausaha demi bertahan hidup. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Kota Besar seperti Jakarta, namun juga berdampak pada Kota di Lapis Kedua (Second Layer), seperti Kota Madiun. Dan beberapa Orang yang berusaha di Bidang Kuliner dengan membuka Resto hingga Kedai Kopi juga banyak yang mati suri hingga terEliminasi. Namun semangat dan konsistensi itu terus tumbuh untuk Sebuah Pengharapan Hidup yang lebih baik.
Pemerintah
Kota Madiun pun juga tidak tinggal diam dan terus memberikan fasilitas agar UMKM
bisa bersaing dan "naik kelas" bukan hanya secara Lokal namun lebih
meNasional. Pendampingan Pasar Digital, Gelaran Pameran Teras Kriya di Gedung
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) hingga Perluasan Pasar
menjadi cara ampuh untuk menumbuhkan Semangat Kewirausahaan yang Tangguh dan
Mandiri.
Meski
sekali lagi, menjadi Seorang Pengusaha (Entrepreneur) tidak semudah membalikan
telapak tangan (perlu usaha dan doa yang keras) terlebih di masa Ekonomi yang sulit
seperti saat ini !
5. Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga
Boleh percaya atau tidak, meski Upah Minimum Regional
(UMR) Kota Madiun di Tahun 2026 sebesar Rp2.588.794,- per bulan, namun Daya Beli
Masyarakat tetap terjaga.
Ya
!
Terkadang Kami sempat berpikir dengan pendapatan rata” Orang Kota Madiun bila dihitung dari minimum gaji per bulannya yang terbilang kecil, darimana Mereka dapat memenuhi Kebutuhan Hidupnya ?
Nyatanya di setiap Akhir Pekan (Weekend), Resto, Kafe,
hingga Coffee Shop Kekinian nan Estetik selalu rame dipadati Pengunjung, Kursi
Pijat dengan harga puluhan juta nampak banyak dibeli, begitupula dengan Pusat
(Perbelanjaan) Mall nampak rame meski memang diakui ada Beberapa Mall yang
tidak dapat mengolah Gedungnya dengan baik sehingga Beberapa Penyewa (Tenant)nya
tutup.
Namun
di antara Tenant (Penyewa) yang tutup itu, banyak juga yang membuka cabangnya di
Kota Madiun.
“Ibaratnya Mati Satu, Tumbuh Seribu !”
Dengan
laju Inflasi yang semakin menyala🔥, ternyata perpuataran ekonomi di Kota Madiun
tetap stabil hingga akhirnya Harga Kebutuhan dapat terkendali. Meski tak dapat
dipungkiri, Banyak Kebutuhan Pokok yang mengalami kenaikan.
Berdasarkan Data Pusat Badan Statistik (BPS) Tahun 2025 :
Daya Beli Masyarakat di Kota Madiun terbilang cukup tinggi dengan Indeks Daya Beli/ Pengeluaran berada di angka 0,88%, dan menjadikannya salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Malang. Kota Madiun pun tergolong sebagai Salah Satu Kota Maju bukan hanya di Provinsi Jawa Timur namun dalam Lingkup Nasional.
Jadi
meskipun Pendapatan UMR nya rendah (jika dilihat dari besaran gaji bulanan),
namun Masyarakat, dan Kaum Urban Kota Madiun masih dapat Nongkrong Asyik di
Beberapa Kafe Estetik sembari berolahraga Padel, hingga melakukan perawatan dini di
Beberapa Klinik Kecantikan hingga akhirnya membeli Produk Skincare yang
tersebar di Banyak Tempat di Kota Madiun.
Lalu
darimana Mereka dapat menutupi Kebutuhan Gaya Hidup (Life Style) yang terbilang
Hedon itu ?
Banyak
di antara Keluarga yang akhirnya memutuskan untuk membuka Lapak UMKM karena
memang terbilang menjanjikan. Dan Sektor Industri Kuliner (F&B) menjadi
Salah Satu Penyumbang Terbesar. Meski banyak yang mati suri dan tereleminasi
Mereka tak gentar untuk membuka Usaha dengan model Kuliner yang lain. Ibaratnya
tantangan menjadi Seorang Wirausaha harus sudah dipupuk semenjak dini, dan
Mereka cukup kuat menghadapi tantangan itu.
Jika
dalam Satu Keluarga, Seorang Ayah bekerja dengan pendapataan minium berdasarkan
UMR Kota Madiun, yang hanya sebesar 2.5 Juta / Bulan, namun Ibu tetap dapat
berwirausaha dengan membuka Kedai Teh Kecil - Kecilan di Sekitar Lapangan Gulun, yang terbilang ramai Pengunjung. Mereka dapat saling melengkapi dan
menutupi kebutuhan hidup dengan jalan yang berkah.
At Jl Cokroaminoto Kota MadiunMadiun dengan segala keunikannya. Kota Kecil Lapis Kedua (Second Layer) di Provinsi Jawa Timur bagian Barat ini, kini telah bertanformasi bukan hanya sebagai Kota Transit bagi Para Sales maupun Distributor Produk namun saat ini menjelma menjadi Salah Satu Kota Destinasi Wisata Penting di Provinsi Jawa Timur.
Event
setiap Event baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota maupun Pihak Swasta
selalu ramai oleh Pengujung termasuk Event Festival Kuliner Warisan Rasa
Asia di Atrium Mall Sun City - Kota Madiun.
Ada
Harapan bagi Para Pebisnis yang notabenenya Selebgram maupun Para Tiktokers
untuk membuka usahanya di Kota Madiun. Penuhnya Para Pengunjung yang memadati
stand demi stand Makanan di Festival ini, meski dengan harga yang relatif
mahal, cukup membuktikan, bahwa :
In This Economy - Lewat Festival Kuliner Warisan Rasa Asia, Ekonomi Kota Madiun Tetap Baik” Saja !
Source :
*https://madiunkota.bps.go.id/id
*https://www.madiunkota.go.id/
ARTIKEL
++Lihat Lebih Lengkap>>Kembali : ARTIKEL

.jpeg)






.jpeg)
.jpeg)